Berbisnis Tanpa Menggunakan Banyak Modal

Diposting pada
Dropship adalah bisnis yang berkembang pesat seiring dengan perkembangan bisnis e-commerce. Bisnis ini menjadi pilihan terfavorit di antara bisnis online karena minim modal, minim resiko sekaligus lebih fleksibel. Peran dropshipper adalah sebagai pihak ketiga yang menjadi perantara supplier dengan konsumen, keuntungannya diperoleh dari selisih antara harga dari supplier dengan harga jual yang ditetapkan.

Berbisnis Tanpa Menggunakan Banyak Modal

Dropship vs Reseller

Dropshipping dan Reseller memiliki sistem kerja yang sama yakni menjual produk milik orang lain, namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok yang terletak pada:
  • Modal yang dikeluarkan, reseller harus memiliki modal yang lebih besar dari pada dropshipper, hal ini karena reseller perlu melakukan stok barang sementara dropshipper tidak perlu melakukannya.
  • Keuntungan yang diperoleh, reseller dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dibanding dropshipper yakni dengan membeli dalam jumlah banyak sehingga dapat memperoleh harga yang lebih kompetitif.
  • Strategi pemasaran, reseller dapat melakukan pemasaran secara langsung sementara dropshipper hanya memanfaatkan marketplace dan ketika ada pembeli baru mereka akan menghubungi supplier
  • Resiko yang ditanggung, resiko yang harus ditanggung reseller lebih besar dari dropshipper akibat adanya stok barang.
  • Focus pekerjaan, reseller terlibat langsung dalam pemasaran, packaging dan pengiriman barang hingga sampai pada pembeli sementara dropshipper hanya bertugas mencari pembeli dan meneruskan orderan kepada pihak supplier.
Selain itu untuk menjalankan sistem dropship, anda tidak dituntut memiliki kemampuan tinggi, produk yang dapat anda jual juga lebih beragam dibandingkan dengan reseller.

Tips mengelola bisnis dropshipping

Bisnis ini memang tergolong sederhana, namun jika ingin sukses menjalankan bisnis pada bidang ini tentunya ada beberapa strategi yang harus dilakukan untuk membuat konsumen melirik toko anda diantaranya:
  1. Pilihlah partner dan produk dengan jitu
    Fokus pada satu atau dua jenis barang tertentu yang memiliki permintaan tinggi dalam jangka waktu yang lama, namun hindari produk yang sama dengan kompetitor besar dengan basis pelanggan setia. Selain itu menjaga hubungan yang baik dengan supplier juga menjadi kunci keberhasilan bisnis.
  2. Membuat dan menjalankan website
    Aktif melakukan promosi, termasuk menampilkan foto dan detail produk pada halaman website akan meningkatkan branding dari bisnis.
  3. Branding dan upaya meningkatkan penjualan
    Branding akan membedakannya dengan bisnis lain dan membuatnya diingat oleh pelanggan. Sedangkan untuk meningkatkan penjualan dapat dilakukan dengan promosi, diskon dsb.
  4. Membubuhkan nilai jual yang unit
    Nilai jual yang unik memang sulit diterapkan pada dropshipper namun selling point tersebut dapat dilakukan melalui pelayanan seperti dengan memberikan jaminan pada waktu pengiriman dan ongkos pengiriman, serta memberikan reward, dsb.
Bisnis apapun itu meski hanya dengan sistem dropship, agar bisnis yang dimiliki dapat berjalan dengan baik anda perlu memiliki laporan keuangan. Tak perlu membuat kolom-kolom pada excel, Bukukas merupakan digitalisasi buku catatan, buku kas, akuntansi dan sejenisnya yang mudah, aman dan gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *